Bintang kecil di sudut malam
Berkelip manja mengintip rembulan
Angin berbisik ingin mencari kawan
Geraknya lincah menembus rerantingan
Berkelip manja mengintip rembulan
Angin berbisik ingin mencari kawan
Geraknya lincah menembus rerantingan
Lihatlah, sang dewi malam!
Sepasang mata menatapmu dari kejauhan
Ia terbaring lemah tanpa ketakutan
Tekadnya kuat, mengempas kegelapan
Sepasang mata menatapmu dari kejauhan
Ia terbaring lemah tanpa ketakutan
Tekadnya kuat, mengempas kegelapan
Dengarlah, sang dewi malam!
Jiwanya bersenandung mempersunting
kenyataan
Ia bercerita, hidupnya bukan tentang keputusasaan
Urat nadinya berdenyut, merajut kesempatan
Ia bercerita, hidupnya bukan tentang keputusasaan
Urat nadinya berdenyut, merajut kesempatan
Apa kau melihatnya, sang dewi malam?
Wanita tangguh itu ingin menitip salam
Dalam temaram, tubuhnya ringkih menahan kesakitan
Namun Tuhan berbisik, itu bukanlah sebuah kekalahan
Wanita tangguh itu ingin menitip salam
Dalam temaram, tubuhnya ringkih menahan kesakitan
Namun Tuhan berbisik, itu bukanlah sebuah kekalahan
Apa kau mendenganya, sang dewi malam?
Kekalutannya bukan tentang kematian
Ia bertaruh nyawa demi menghidupkan pendidikan
Hatinya tersenyum, tak pernah mengharapkan imbalan
Kekalutannya bukan tentang kematian
Ia bertaruh nyawa demi menghidupkan pendidikan
Hatinya tersenyum, tak pernah mengharapkan imbalan
Lihatlah dirimu, sang dewi malam!
Wajahmu pucat merindukan kegelapan
Wanita itu kini mengibarkan cahaya di dalam temaram
Namun kau pergi, meninggalkan peraduan
Wanita itu kini mengibarkan cahaya di dalam temaram
Namun kau pergi, meninggalkan peraduan
No comments: