Duri
duniawi setajam pedang
Menghunus kulit hingga meradang
Kemana lagi harus mencari uang?
Sakit kepala mulai berdendang
Kemana lagi harus mencari uang?
Sakit kepala mulai berdendang
Teman
datang
Menawarkan segenggam uang
Jalan pikir tak lagi padang
Jika mengingat setumpuk hutang
Menawarkan segenggam uang
Jalan pikir tak lagi padang
Jika mengingat setumpuk hutang
Segenap
tubuh ia sandang
Memenuhi nafsu para lelaki hidung belang
Keimanan mulai terguncang
Kata Tuhan semakin menghilang
Memenuhi nafsu para lelaki hidung belang
Keimanan mulai terguncang
Kata Tuhan semakin menghilang
Uang,
uang, uang
Terlunasi semua hutang
Hidup kini menjadi senang
Dahaga hilang, tertawa riang
Terlunasi semua hutang
Hidup kini menjadi senang
Dahaga hilang, tertawa riang
Uang,
uang, uang
Ia menari di depan para lelaki hidung belang
Jiwa raganya menangis mengerang
Dari larut malam hingga pagi menjelang
Ia menari di depan para lelaki hidung belang
Jiwa raganya menangis mengerang
Dari larut malam hingga pagi menjelang
Uang,
uang, uang
Malapetaka kini ia undang
Menghantui jiwa suci yang melenggang
Menemui neraka yang siap memanggang
Malapetaka kini ia undang
Menghantui jiwa suci yang melenggang
Menemui neraka yang siap memanggang
Teringat
masa lalu yang hilang
Rajin mengaji dan sembahyang
Meski hidup selalu malang
Mengharap rizki tak kunjung datang
Rajin mengaji dan sembahyang
Meski hidup selalu malang
Mengharap rizki tak kunjung datang
Oh,
apakah Tuhan memintanya hengkang?
Menjadi wanita jalang selagi malang?
Air mata sesal mulai berlinang
Mengharap pintu maaf tiada pernah menghilang
Menjadi wanita jalang selagi malang?
Air mata sesal mulai berlinang
Mengharap pintu maaf tiada pernah menghilang
No comments: