When an emotion has found its thought, and the thought has found words.

April 04, 2015

Janji di Suatu Pagi

Angin menggebrak jendela kamarku yang sedikit terbuka, lalu meniup daun-daun pohon jambu dan pohon mangga yang telah mengering di pelataran rumah.

Ku amati titik-titik air yang tengah turun dari langit. Hujan yang ku nanti akhirnya datang, membelah pekat wajah pagi. Aku bergeming. Tangis semalam tentang kekurangan diri masih bergema di hati ini. Aku pun berjanji. Mulai detik ini, aku tidak akan memikirkanmu lagi. 

AKU HARUS FOKUS PADA DIRI SENDIRI. AKU HARUS BISA MERAIH MIMPI!

No comments: