When an emotion has found its thought, and the thought has found words.

March 03, 2012

Debu


Dari kejauhan,
Aku melihatmu
Senyummu
Tingkah lakumu
Bahkan diammu
Semua terekam jelas dalam penglihatanku

Seringkali kita bertemu   
Namun sekedar senyum sapa, tak mampu kulukiskan untukmu
Seringkali kita di tempat yang sama
Namun sekedar tanya, tak mampu ku utarakan padamu
Kau indah
Aku mengagumimu
Kau hebat
Aku hanya manusia bodoh di hadapanmu

Lantas, apa yang bisa kulakukan?
Haruskah aku merutuki diriku sendiri?
Kau seperti bintang
Bersinar terang di langit
Mereka dapat memandangi keelokan rupamu
Mereka juga dapat merasakan ketentraman sinarmu
Sedangkan aku?

Aku hanya debu
Aku kecil
Aku lemah
Aku tak terlihat olehmu
Seringkali ku mencoba untuk meraihmu
Seringkali ku terjatuh
Lalu terempas
Angin dan kegelapan
Mereka menertawaiku
"Kau tak pantas untuknya,
Meski sekadar tuk mencintainya!"

Oh, benarkah?
Izinkan aku menimpal
"Mereka tak dapat melihatnya saat ia redup dan tertutup kabut
Sedangkan aku?
Aku dapat melihatnya
Aku sungguh dapat melihatnya!"

No comments: