When an emotion has found its thought, and the thought has found words.

February 02, 2012

Berbeda


Aku berkata, “Hujan itu turun dari langit.”
Namun kamu berkata, “Hujan turun dari awan.”

Aku berkata, “Langit itu biru.”
Namun kamu berkata, “Langit tak memiliki warna.”

Aku berkata, “Mawar itu indah. Sayangnya berduri.”
Namun kamu berkata, “Duri yang membuatnya menjadi indah.”

Aku berkata, “Hidup membuatku berani untuk bermimpi.”
Namun kamu berkata, “Mimpi membuatku berani untuk hidup.”

Aku berkata, “Pilihan adalah bagian dari hidup.”
Namun kamu berkata, “Hidup adalah pilihan.”

Aku berkata, “Tawa mampu mengurangi luka di hati.”
Namun kamu berkata, “Air mata adalah obat yang mampu menyembuhkannya.”

Aku berkata, “Cinta itu abstrak.”
Namun kamu berkata, “Cinta itu jelas. Sejelas hitam dan putih.”

Aku berkata, “Mengapa cinta itu selalu menyakitkan?”
Namun kamu berkata, “Mengapa cinta yang selalu disalahkan?”

Aku tertawa. Lalu aku berkata, “Perbedaan itu indah.”
Kamu pun tersenyum. Namun kamu berkata, “Perbedaan itu penting. Sangat penting.”

No comments: