When an emotion has found its thought, and the thought has found words.

July 07, 2016

Kalah

Matahari bulan agustus tampak begitu pongah
Ia menelanjangi langit guna memamerkan kekokohan sinarnya
Aku termangu di sudut teras rumah
Menyaksikan angin menerbangkan serbuk-serbuk bunga
Seraya menunggu gelombang pikirku surut...

Tubuhku masih suci
Tetapi tidak dengan otakku
Profil wajahmu terlampau sering datang, menggangguku
Aku benci janjiku tuk melupakanmu yang selalu berakhir ingkar
Aku tak pernah menyangka rasa bersalah akan berproses sedasyat ini, meluluhlantakkan benteng harga diri

Logikaku telah mati
Aku tak lagi bisa berpikir dengan jernih
Segenap cinta terakumulasi di dalam diri
Menciptakan kekuatan maha liar, maha tak terkendali

'Maaf'
Kau buang jauh kata paling berharga yang pernah terucap dari bibirku
Membiarkannya membusuk tiada arti
Seolah aku adalah pendosa yang siap tenggelam dalam puing-puing kekalahanku sendiri,
Yaitu...

Mencintai....

No comments: