Matahari bulan agustus tampak begitu pongah
Ia menelanjangi langit guna memamerkan
kekokohan sinarnya
Aku termangu di sudut teras rumah
Menyaksikan angin menerbangkan serbuk-serbuk bunga
Seraya menunggu gelombang pikirku surut...
Menyaksikan angin menerbangkan serbuk-serbuk bunga
Seraya menunggu gelombang pikirku surut...
Tubuhku masih suci
Tetapi tidak dengan otakku
Profil wajahmu terlampau sering datang, menggangguku
Profil wajahmu terlampau sering datang, menggangguku
Aku benci janjiku tuk melupakanmu yang selalu
berakhir ingkar
Aku tak pernah menyangka rasa bersalah akan berproses sedasyat ini, meluluhlantakkan benteng harga diri
Aku tak pernah menyangka rasa bersalah akan berproses sedasyat ini, meluluhlantakkan benteng harga diri
Logikaku telah mati
Aku tak lagi bisa berpikir dengan jernih
Segenap cinta terakumulasi di dalam diri
Menciptakan kekuatan maha liar, maha tak terkendali
Aku tak lagi bisa berpikir dengan jernih
Segenap cinta terakumulasi di dalam diri
Menciptakan kekuatan maha liar, maha tak terkendali
'Maaf'
Kau buang jauh kata paling berharga yang pernah
terucap dari bibirku
Membiarkannya membusuk tiada arti
Seolah aku adalah pendosa yang siap tenggelam dalam puing-puing kekalahanku sendiri,
Yaitu...
Membiarkannya membusuk tiada arti
Seolah aku adalah pendosa yang siap tenggelam dalam puing-puing kekalahanku sendiri,
Yaitu...
Mencintai....
No comments: