Di sudut-sudut keputusasa’an, ada
harapan sesuatu yang mati akan kembali tumbuh dan mekar. Ia adalah cinta, hadir
dengan keanggunan-Nya. Tak sekedar balok titian nada pengiring suka dan duka.
Tak pula sekedar kata yang disebut-sebut penyair dalam puisi dan sajaknya.
No comments: